Hukum Puasa bagi Ibu Hamil & Menyusui, Bolehkah?

Apa benar ibu hamil bahaya ketika berpuasa? Boleh tidak jika sedang menyusui terus kita melakukan ibadah di bulan suci ramadan? Tulisan ini akan kami bahas langsung dari para pakar, bukan pendapat pribadi ya. Semoga tulisan tentang hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Dalil tentang Bolehkah Ibu Menyusui Ruasa Ramadhan?

Dalil dari hadist Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang membahas tentang bolehkah ibu menyusui tidak berpuasa.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

hukum puasa bagi ibu hamil

Riwayat Hadist Nabi dari Ibnu ‘Abbas tentang Menyusui saat Hamil Menurut Islam

رخص للشيخ الكبير والعجوز الكبيرة في ذلك وهما يطيقان الصوم أن يفطرا إن شاءا ويطعما كل يوم مسكينا ولا قضاء عليهما ثم نسخ ذلك في هذه الاية : ( فمن شهد منكم الشهر فليصمه ) وثبت للشيخ الكبير والعجوز الكبيرة لذا كانا لا يطيقان الصوم والحبلى والمرضع إذا خافتا أفطرتا وأطعمتا كل يوم مسكينا

“Keringanan dalam hal ini adalah bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta dan mereka mampu berpuasa. Mereka berdua berbuka jika mereka mau dan memberi makan kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan, pada saat ini tidak ada qodho’ bagi mereka. Kemudian hal ini dihapus dengan ayat (yang artinya): “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Namun hukum fidyah ini masih tetap ada bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta jika mereka tidak mampu berpuasa. Kemudian bagi wanita hamil dan menyusui jika khawatir mendapat bahaya, maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.” (Dikeluarkan oleh Ibnul Jarud dalam Al Muntaqho dan Al Baihaqi. Lihat Irwa’ul Gholil 4/18)

Simak artikel langka kami tentang cara menurunkan berat badan saat puasa langsung dari ahli gizi.

Bolehkah Ibu Menyusui Puasa? dari Ibnu ‘Abbas, Nabi Bersabda:

أنت بمنزلة الكبير لا يطيق الصيام ، فأفطري وأطعمي عن كل يوم نصف صاع من حنطة

“Engkau seperti orang tua yang tidak mampu berpuasa, maka berbukalah dan berilah makan kepada orang miskin setengah sho’ gandum untuk setiap hari yang ditinggalkan.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Razaq dengan sanad yang shahih)

hukum puasa bagi ibu menyusui

Pendapat Sahabat Nabi Ibnu ‘Umar tentang Hukum Puasa bagi Wanita Hamil, dari  Nafi’, beliau berkata,

كانت بنت لابن عمر تحت رجل من قريش وكانت حاملا فأصابها عطش في رمضان فأمرها إبن عمر أن تفطر وتطعم عن كل يوم مسكينا

“Putri Ibnu Umar yang menikah dengan orang Quraisy sedang hamil. Ketika berpuasa di bulan Ramadhan, dia merasa kehausan. Kemudian Ibnu ‘Umar memerintahkan putrinya tersebut untuk berbuka dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.” (Lihat Irwa’ul Gholil, 4/20. Sanadnya shahih)

Dari berbagai pendapat dali diatas, artikel manfaat puasa bagi ibu hamil tentu harus kita lihat dari berbagai sisi.  Pendapat terbaik tentu yang dari Al Quran, kemudian yang kedua adalah Hadist nabi. Selanjutnya setelah itu pendapat para sahabat nabi, lalu selanjutnya pendapat tabiin, lalu pendapat pengikut tabiin (tabiut tabiin).

Silang pendapat berbagai ulama tentang hukumnya, dapat kami simpulkan sebagai berikut:

  1. Mengganti puasa dilain waktu (qadha)
  2. Membayar fidyah
  3. Mengganti puasa dan fidyah juga sekaligus

Pendapat ini berbeda-beda, kami sebagai orang awam menyerahkan apa yang dipahami ke orang pakar di bidang keilmuannya seperti ustadz, syaikh, ulama dan lain sebagainya. Pendapat ini harus diyakini, akan lebih baik jika masih ragu-ragu bisa berkonsultasi silaturahmi secara langsung.

Karena kami disini juga hanya menukil dari hadist saja, untuk masuk ke pendapat personal ulama tentu pembaca ada mengarah kemana bisa dipertajam lagi dengan bertanya offline datang ke kajian, talim di masjid atau pengajian. Disana tempat mencari ilmu yang sebenernya, karena pahala duduk di majelis ilmu tidak bisa menyamai dengan membaca tulisan kami.

Dari sisi kesehatan memang beberepa penelitian modern menyebutkan terdapat manfaat puasa bagi ibu hamil, tapi tentu tidak dari sisi sini hukum agama islam mengukur. Apakah disyariatkan, apakah ada dalil yang memerintahkan. Kalau ada, bagaimana bunyi dalilnya? Nah semua itu sudah kami cantumkan diatas. Silahkan dibaca lagi jika ingin memahami lebih dalam.

Sekali lagi, kami memang tidak menyimpulkan sesuatu. Kami akui penulis bukan ulama, sehingga hanya bisa menukil hadist yang terbukti rajih, shahih, hasan jelas-jelas langsung dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wassalam saja. Kami tidak berani menyebut pendapat ulama modern sama sekali.

Nah agar lebih jelas lagi berikut dalil-dalilnya ya, ada 3 hadist dari Nabi, silahkan disimak lagi:

  1. Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui
  2. Keringanan dalam hal ini adalah bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta dan mereka mampu berpuasa. Mereka berdua berbuka jika mereka mau dan memberi makan kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan, pada saat ini tidak ada qodho’ bagi mereka. Kemudian hal ini dihapus dengan ayat (yang artinya): “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Namun hukum fidyah ini masih tetap ada bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta jika mereka tidak mampu berpuasa. Kemudian bagi wanita hamil dan menyusui jika khawatir mendapat bahaya, maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.
  3. Engkau seperti orang tua yang tidak mampu berpuasa, maka berbukalah dan berilah makan kepada orang miskin setengah sho’ gandum untuk setiap hari yang ditinggalkan

Kemudian ada pendapat dai sahabat Nabi, Ibnu ‘Umar sebagai berikut:

  • Putri Ibnu Umar yang menikah dengan orang Quraisy sedang hamil. Ketika berpuasa di bulan Ramadhan, dia merasa kehausan. Kemudian Ibnu ‘Umar memerintahkan putrinya tersebut untuk berbuka dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan

Lalu apa kesimpulannya? Pasti banyak pembaca yang menginginkan ini muncul di tulisan kali ini. Jawaban kami, wallahu a’lam. Tapi kalau maksa, maka penulis memilih untuk cukup mengganti dengan membayar fidyah, itu aja cukup. Bukan mengganti atau mengqodo atau melakukan dua-duanya.

Demikian artikel tulisan kami tentang hukum puasa ramadhan bagi ibu menyusui dan ibu hamil, semoga tips ringan ini bermanfaat bagi pengunjung situs kami. Simak artikel kami tentang puasa lainnya yaitu olahraga saat puasa dan makanan buka puasa yang sehat, pembahasan ringan dan simpel.